Rezim Suriah Terus Tingkatkan Serangan, Lebih dari 210.000 Warga Hijrah

19 January 2018, 21:14.
Foto: Aljazeera.net

Foto: Aljazeera.net

SURIAH, Jum’at (Aljazeera.net): PBB menegaskan ada lebih dari 210.000 warga Suriah yang hijrah dari tempat tinggal mereka di provinsi Idlib, Suriah Utara sejak pertengahan Desember lalu disebabkan pertempuran dan serangan bom.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam pertempuran di Suriah baik di dalam maupun di luar agar menghentikan serangan agar lembaga-lembaga kemanusiaan dapat memberikan bantuan.

Dujarric menunjukkan bahwa meningkatnya serangan di Aleppo, Damaskus, Dara’a, Deir Zour, Ghouta Syarqiyyah, pinggiran Damaskus, Hama, Haskah, Idlib dan Raqqa menyebabkan ratusan warga sipil Suriah tewas dan terluka. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Dujarric juga menjelaskan, PBB bekerja sama dengan mitranya meningkatkan bantuan kemanusiaan di wilayah Utara-Barat Suriah setelah datangnya Muhajirin baru yang hijrah dari Idlib, pinggiran utara Hama, dan pinggiran selatan Aleppo karena meningkatnya eskalasi serangan dan pengeboman udara ke tempat tinggal mereka. Tercatat ada 212.140 Muhajirin yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak di Idlib.

Juru bicara Sekjen PBB itu menambahkan, banyak dari Muhajirin itu yang telah hijrah lebih dari sekali. Mereka tersebar di sekitar area terbuka di bagian tengah, barat dan utara provinsi ini, termasuk area-area kumuh yang padat.

Beberapa hari yang lalu Dujarric mengatakan bahwa lembaga-lembaga internasional sangat mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan puluhan ribu warga Suriah di selatan Idlib dan pinggiran Hama yang sejak awal bulan lalu mulai hijrah dari tempat tinggal mereka.

“Dengan masuknya musim dingin, kamp-kamp Muhajirin yang aman menjadi masalah terbesar, dikarenakan banyak keluarga yang akan pindah ke tempat yang sudah penuh dengan persediaan yang telah habis,” imbuh Dujarric.

Dalam konteks terkait, Bulan Sabit Merah Turki terus mendirikan kamp-kamp bagi Muhajirin Suriah yang datang dari berbagai wilayah. Menurut laporan kantor berita Anadolu, Rabu (17/1) lalu kamp-kamp di pinggiran provinsi Idlib menampung sekitar empat ribu Muhajirin.

Sementara itu Perdana Menteri Turki Ben Ali Yildrim Jum’at lalu mengatakan bahwa dengan meningkatnya serbuan militer rezim Suriah di Idlib yang dikuasai oleh faksi-faksi oposisi Suriah akan meningkatkan gelombang Muhajirin baru dan meningkatkan penderitaan mereka.

Departemen Muhajirin milik Pemerintahan Keselamatan di utara Suriah mengumumkan hari Jum’at lalu bahwa lebih dari 280.000 warga hijrah selama berlangsungnya pertempuran terakhir antara rezim Suriah dengan oposisi Suriah di Idlib dan Hama.

Koresponden Aljazeera.net di Suriah sepekan yang lalu melaporkan bahwa puluhan kamp Muhajirin di Suriah Utara menyaksikan kondisi iklim ekstrem sehingga semakin memperburuk penderitaan keluarga-keluarga Muhajirin yang tinggal di kamp-kamp tersebut.

Koresponden itu menambahkan bahwa kondisi puluhan kamp di sepanjang perbatasan dengan Turki di Idlib Utara merasakan suhu rendah dengan minimnya bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada sekitar setengah juta Muhajirin yang tinggal di sana.

Unit Koordinasi Urusan Muhajirin milik oposisi Suriah menjelaskan bahwa keluarga-keluarga Muhajirin Suriah terpaksa hijrah dengan berjalan kaki menempuh perjalanan ratusan kilometer dari daerah Abu Dzuhur dan sekitarnya di pinggiran Idlib menuju I’zaz di pinggiran Aleppo Utara. Unit itu menambahkan bahwa keluarga-keluarga itu menderita kekurangan kebutuhan pokok di tengah tidak adanya bantuan dari lembaga kemanusiaan dan di bawah cuaca dingin yang ekstrem.* (Aljazeera.net | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kondisi Tawanan Remaja Berpenyakit Langka Ini Kian Buruk
Mantan Ketua Juru Arsip: ‘Israel’ Sembunyikan Kejahatan Perangnya »