Mantan Ketua Juru Arsip: ‘Israel’ Sembunyikan Kejahatan Perangnya

20 January 2018, 21:24.
Mantan ketua juru arsip ‘Israel’, Yaakov Lazovik. Foto: Yad Vashem/YouTube

Mantan ketua juru arsip ‘Israel’, Yaakov Lazovik. Foto: Yad Vashem/YouTube

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Ketua juru arsip ‘Israel’ yang mengundurkan diri Yaakov Lazovik memperingatkan bahwa “sebagian besar isi arsip-arsip ‘Israel’ tertutup dan tidak akan pernah dibuka”. Surat kabar ‘Israel’, Haaretz, memberitakan bahwa kejahatan-kejahatan perang bersejarah ‘Israel’ disembunyikan dengan kedok masalah ‘keamanan nasional’.

Dalam sebuah laporan yang dirilis Senin lalu, Yaakov Lazovik merangkum masalah-masalah yang dihadapi oleh arsip bersejarah ‘Israel’, yang berada di bawah Kantor Perdana Menteri.

Usai mengumumkan pengunduran dirinya, Lazovik “menyatakan bahwa sebagian besar bahan di dalam arsip-arsip tersebut tidak akan pernah terkuak, dan yang selebihnya akan dibuka dengan pembatasan-pembatasan yang tidak masuk akal, tanpa transparansi atau pengawasan publik”.

Menurut Lazovik, penjajah Zionis menyelubunginya sebagai masalah keamanan nasional. Padahal, banyak dari arsip-arsip itu tidak berkaitan dengan masalah keamanan. Arsip-arsip itu semata terkait dengan hal-hal yang bisa mempermalukan ‘Israel’, seperti pelanggaran-pelanggaran HAM atau yang tidak menambah kehormatan ‘Israel’.

Lazovik mengatakan bahwa “’Israel’ telah melakukan kejahatan perang”, dan juga menegaskan bagaimana “dinas keamanan Shin Bet terlibat dalam pendidikan di sektor Arab”, dan “’Israel’ memperlakukan warga Arabnya dengan cara yang tidak bermartabat”.

Haaretz menegaskan bahwa Lazovik mengusulkan untuk mengusut keterlibatan sensor militer di dalam pengerjaan arsip-arsip.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Rezim Suriah Terus Tingkatkan Serangan, Lebih dari 210.000 Warga Hijrah
Pakar Intelijen Zionis: ‘Mossad Bunuh Ribuan Orang Tak Bersalah’ »