Pemimpin Hamas, Imad Al-Alamiy Wafat

30 January 2018, 21:59.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Selasa (PIC): Pemimpin Hamas Imad Al-Alamiy meninggal dunia Selasa (30/1) pagi akibat luka parah yang dialaminya tiga pekan lalu. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan Al-Alamiy terluka di kepala saat memeriksa senjata pribadinya di rumahnya pada 9 Januari lalu. Al-Alamiy dievakuasi ke RS al-Shifaa di Gaza, tempat ia dinyatakan meninggal dunia pagi ini.

Lahir di kota Gaza pada 16 Februari 1956, Al-Alamiy menempuh pendidikannya di sekolah Gaza serta memperoleh pendidikan dakwah dan keagamaan dari pendiri Hamas, Syaikh Ahmad Yassin, yang kemudian menganjurkannya mempelajari teknik sipil di Universitas Iskandariah, Mesir.

Mengikuti rekomendasi Ahmad Yassin, Al-Alamiy melanjutkan pendidikan tingginya di Iskandariah. Ia kembali ke tanah air setelah Perang Enam Hari pada 1967.

Sejak lahirnya Hamas, Al-Alamiy berdiri sebagai ikon aktivis anti-penjajahan.

Ia diculik penjajah Zionis enam bulan setelah lahirnya Hamas dan dipenjara dua tahun atas dakwaan penghasutan.

Para 1990, ia bebas dari penjara ‘Israel’ dan melanjutkan kembali aktivitas anti-penjajahan dengan Hamas. Ia kembali ditangkap pada 1991 dan dideportasi bersama dengan sejumlah pemimpin Hamas.

Al-Alamiy pernah menjadi advokat terkemuka untuk urusan Palestina di luar negeri. Ia ditugaskan sebagai perwakilan Hamas di Tehran sebelum pindah ke Suriah dan akhirnya ke Gaza pada 2012, mengakhiri 20 tahun deportasi paksa. Ia dipilih sebagai wakil kepala Hamas di Gaza pada 2013 sebelum ia ditembak dan terluka dalam sebuah serangan pada agresi ‘Israel’ 2014 di wilayah yang terblokade itu.

Al-Alamiy menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa pagi di usia 62 tahun. Kematiannya menyebabkan duka di seluruh wilayah Palestina terjajah dan dunia.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Baitul Maqdis Urusan Ummat Islam Sekarang, Esok dan Sepanjang Zaman’
Wakil PM Turki: ‘Memecahkan Masalah Palestina Kunci Perdamaian Dunia’ »