AS kepada UNRWA: ‘Bantuan Diberikan Jika Materi Pendidikan tentang Palestina Dihapus’

31 January 2018, 20:26.
Foto: Qudsn.ps

Foto: Qudsn.ps

AMMAN, Rabu (Qudsn.ps): Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak UNRWA (Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat) mengubah kurikulum pendidikan dan berkomitmen “netral” jika ingin menerima bantuan dari AS.

“Pemerintah AS memberikan syarat perubahan kurikulum di sekolah-sekolah UNRWA, yakni menghapus semua materi yang berkaitan dengan kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka,” kata sejumlah sumber di UNRWA.

Surat kabar Yordania AlGhad mengungkapkan bahwa pemerintah AS menuntut UNRWA menghapus materi-materi tentang kembalinya pengungsi Palestina ke tanah air mereka, identitas Baitul Maqdis sebagai ibukota Palestina, dan kisah-kisah intifadhah dari kurikulum pendidikan yang mereka ajarkan kepada para siswa pengungsi Palestina di kamp-kamp mereka. AS juga melarang UNRWA merayakan peringatan hari bersejarah Palestina, seperti Nakbah, Deklarasi Balfour dan sebagainya.

Terkait hal tersebut, juru bicara resmi UNRWA Sami Musha’ah menegaskan bahwa pemerintah AS memang mengaitkan bantuannya kepada UNRWA dengan tuntutan “reformasi” di dalamnya.

Sami menjelaskan bahwa saat ini UNRWA sedang menghadapi tantangan besar pasca pemerintah AS memangkas dana bantuan dan hanya menyerahkan 60 juta dolar dari total 350 juta dolar.

Sami atas nama UNRWA menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang agar tetap bisa menunaikan kewajiban dan memberikan pelayanan, meskipun pemerintah AS memangkas bantuannya. Pemangkasan bantuan ini akan meninggalkan lubang di banyak sisi, di antaranya masa depan 525.000 pelajar di 700 sekolah milik UNRWA. Plus, pemenuhan kebutuhan pokok bagi jutaan pengungsi Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat dan Jalur Gaza.* (Qudsn.ps | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Wakil PM Turki: ‘Memecahkan Masalah Palestina Kunci Perdamaian Dunia’
Sejak Trump Klaim Baitul Maqdis Ibukota ‘Israel, Penjajah Zionis Tangkap 1.000 Warga »