Anggota Parlemen ‘Israel’ Akan Bertemu Pemimpin Partai ‘Neo-Nazi’ Austria

5 February 2018, 21:40.
Foto: Arabi21.com

Foto: Arabi21.com

PALESTINA TERJAJAH, Senin (Arabi21.com): Rabi Yehuda Glick, anggota parlemen Knesset dari partai Likud, berencana bertemu dengan Heinz-Christian Strache, Ketua Partai Kebebasan Austria, yang ditunjuk sebagai Wakil Presiden Austria satu setengah bulan yang lalu.

Glick mengatakan kepada surat kabar ‘Israel’ Haaretz bahwa dia telah menerima undangan dari Strache, pemimpin partai ‘neo-Nazi’, dan Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl, yang ditunjuk oleh partai Strache.

Pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan dalam dua pekan ini, dan akan menjadi pertemuan pertama antara pejabat ‘Israel’ dengan Strache sejak ia terpilih sebagai wakil presiden Austria.

Namun, rabi Yahudi fanatik yang kerap menyerukan penggunaan kekerasan dalam menghadapi Muslimin di Masjidil Aqsha itu enggan memberikan keterangan lebih rinci tentang pertemuan tersebut. Melalui akun Twitter pribadinya, Glick mengungkapkan kebahagiaannya akan bertemu dengan kawan lama ‘Israel’ di Eropa.

Sementara itu, pejabat kementerian urusan luar ‘Israel’ menjelaskan, otoritas Zionis akan terus menjaga hubungan kerja sama antara ‘Israel’ dengan pemerintah Austria, meskipun partai ekstremis kanan bergabung dalam koalisi.

Namun, pertemuan itu mendapat kritik keras dari Zionist Union. Ksenia Svetlova, anggota Knesset dari Zionist Union mengkritik rencana pertemuan tersebut. “Pertemuan dengan petinggi partai anti-Semit dan Neo-Nazi akan memberikan legitimasi kepada para aktivis yang datang ke ‘Israel’,” kata Ksenia.

Ia menambahkan, “Pertemuan semacam itu adalah penghinaan dan pelecehan kepada para korban dan orang-orang yang selamat, juga orang-orang yang memerangi Nazi.”* (Arabi21.com | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Legalisasi Havat Gilad Akan Kokohkan Penjajahan Palestina
Ismail Haniyah: ‘Keputusan AS Takkan Ubah Posisi Perlawanan Hamas’ »