PBB: Bahan Bakar untuk Fasilitas Penting di Gaza Akan Habis dalam 10 Hari

10 February 2018, 16:32.
Para pengungsi Palestina mengambil paket bantuan di pusat distribusi makanan PBB di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza pada 21 Januari 2018. Foto: Abed Rahim Khatib/Flash90

Para pengungsi Palestina mengambil paket bantuan di pusat distribusi makanan PBB di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza pada 21 Januari 2018. Foto: Abed Rahim Khatib/Flash90

GAZA, Sabtu (+972 Magazine): Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) di wilayah-wilayah Palestina terjajah pada Selasa (6/2) lalu yang memperingatkan, Jalur Gaza berada di “ambang bencana” akibat kekurangan listrik dan bahan bakar. Bahan bakar darurat untuk fasilitas-fasilitas penting di Gaza diperkirakan akan habis dalam 10 hari.

Menurut OCHA, “Bahan bakar darurat untuk fasilitas-fasilitas penting di Gaza akan habis dalam 10 hari. PBB memperingatkan, diperlukan dukungan donatur untuk mencegah bencana kemanusiaan yang diakibatkan oleh krisis energi.”

Didukung oleh para donatur, PBB mengkoordinir penyerahan bahan bakar darurat untuk menjalankan generator-generator cadangan dan kendaraan demi memastikan bahwa tingkat minimum pertolongan pertama kesehatan, air dan pelayanan sanitasi terjaga di tengah-tengah kekurangan listrik parah yang dihadapi Jalur Gaza yang terblokade. Kini, sekitar dua juta warga Palestina di Gaza –lebih dari separuhnya adalah anak-anak– mendapat listrik tidak lebih dari delapan jam sehari.

Pada 2018, sekitar 6,5 juta dolar Amerika dibutuhkan untuk menyediakan 7,7 juta liter bahan bakar darurat. Ini adalah jumlah minimum yang diperlukan untuk mencegah runtuhnya pelayanan; agar fasilitas-fasilitas penting berfungsi penuh, diperlukan 1,4 juta liter per bulan, atau sekitar 10 juta dolar per tahun. Sekarang ini yang berisiko adalah layanan darurat dan diagnosis, seperti MRI, CT dan X-ray, unit gawat darurat dan ruang-ruang operasi di 13 rumah sakit umum; sekitar 55 kubangan limbah; 48 mesin desalinasi; dan kapasitas pengumpulan limbah padat.

“Perlu dukungan donatur segera agar warga Palestina yang lemah di Gaza bisa mengakses pertolongan pertama kesehatan, air dan layanan sanitasi,” kata Wakil Koordinator Kemanusiaan untuk Wilayah Palestina Terjajah, Roberto Valent. “Rumah-rumah sakit telah mulai ditutup. Tanpa pendanaan, akan ada lebih banyak penyedia jasa yang terpaksa menghentikan operasionalnya selama beberapa pekan mendatang, dan situasi akan memburuk secara dramatis, dengan potensi dampak pada seluruh penduduk. Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi,” ungkapnya.* (+972 Magazine | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Parlemen ‘Israel’ Minta Jenazah Syuhada Palestina Dibuang ke Laut
Krisis Obat di Gaza, Bayi Usia Empat Hari Meninggal Dunia »