Krisis Obat di Gaza, Bayi Usia Empat Hari Meninggal Dunia

10 February 2018, 16:55.
Foto: PIC

Foto: PIC

GAZA, Sabtu (PIC): Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Gaza mengungkapkan, seorang balita berusia empat hari dari Beit Lahiya, Karam Abu Awad, masuk dalam daftar deretan balita yang tewas akibat krisis obat-obatan di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan resminya, Kamis (9/2) lalu, Kemenkes menjelaskan bahwa balita Abu Awad meninggal dunia setelah kehabisan obat Calfactant, yang berguna untuk pertukaran oksigen dan memperpanjang sistem pernapasan dengan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk bernafas. Selain itu, balita Abu Awad juga mengalami sakit setelah lahir melalui operasi Caesar.

Kepala Departemen Perawatan di Kompleks RS Al-Syifa, Nashir Bulbul, meminta pihak berwenang memenuhi kebutuhan obat-obatan untuk balita terutama obat Calfactant, yang digunakan untuk merawat bayi prematur dengan menyuntikkannya ke paru-paru.

Lima balita prematur meninggal dunia di rumah sakit itu setelah kehabisan obat tersebut. Nashir menambahkan, obat itu disuntikkan ke dalam paru-paru untuk membantu bayi prematur bernafas karena sistem pernapasan mereka belum berfungsi secara normal.

Sementara itu, pada pertengahan Januari lalu di RS Al-Hilal Al-Imarati, balita berusia lima hari, Hadiyah Abu Hilal, meninggal dunia setelah kekurangan obat tersebut.

Jumlah jenis obat-obatan yang habis di gudang Kemenkes di Gaza mencapai 230 jenis obat sehingga persentase kekurangan obat mencapai 46%. Sementara persentase kekurangan bahan habis pakai dan persediaan medis mencapai 30%. Selain itu, persentase kekurangan persediaan laboratorium dan bank darah mencapai 58%.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« PBB: Bahan Bakar untuk Fasilitas Penting di Gaza Akan Habis dalam 10 Hari
Qatar Akan Beri Gaza Bantuan Darurat Senilai 9 Juta Dolar »