Pelanggaran Baru ‘Israel’ terhadap Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha

17 February 2018, 15:11.
Direktur Masjidil Aqsha Omar Al-Kiswani berdemo untuk memprotes pemasangan peralatan keamanan ‘Israel’ di pintu-pintu masuk Kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, pada 27 Juli 2017. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Direktur Masjidil Aqsha Omar Al-Kiswani berdemo untuk memprotes pemasangan peralatan keamanan ‘Israel’ di pintu-pintu masuk Kompleks Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, pada 27 Juli 2017. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Penjajah Zionis mendirikan menara pengawas di pintu masuk Gerbang Damaskus di Kota Tua Baitul Maqdis, ungkap Direktur Masjidil Aqsha Omar Al-Kiswani, Kamis (15/2) lalu, memperingatkan pelanggaran baru ‘Israel’ terhadap Masjidil Aqsha.

Menara pengawas itu didirikan pada Rabu (14/2) lalu dan dilengkapi dengan peralatan pengintai canggih. Pada hari yang sama, pasukan penjajah Zionis mulai mengerjakan proyek museum serbaguna yang baru di dekat Tembok Buraq, yang oleh kaum Yahudi disebut “Tembok Ratapan”.

Al-Kiswani mengatakan dalam wawancara dengan Quds Press bahwa melalui langkah-langkah tersebut ‘Israel’ berusaha untuk mengosongkan Kota Tua Baitul Maqdis dari rakyatnya, meneror mereka dan mencegah mereka memasukinya, serta mendorong ekstremis Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha.

Ia menambahkan bahwa ‘Israel’ juga ingin mengubah kondisi bersejarah dan landmark kota suci tersebut. Di saat yang sama, ia menekankan bahwa perubahan itu “tidak akan memberikan penjajah legitimasi dan justru akan menambah keteguhan warga Baitul Maqdis, ketaatan terhadap hak mereka pada Masjidil Aqsha, serta Kota Suci”.

Al-Kiswani mengatakan ‘Israel’ harus bertanggung jawab secara internasional atas pelanggarannya terhadap status quo di Baitul Maqdis.

Berdasarkan hukum internasional, Departemen Waqaf Baitul Maqdis di Kementerian Waqaf, Urusan Islam dan Tempat Suci di Yordania merupakan pengawas resmi Masjidil Aqsha.

Pada Maret 2013, Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menandatangani perjanjian yang memberikan Yordania hak untuk menjadi “pelindung dan pembela Baitul Maqdis dan tempat-tempat suci” di Palestina.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Zionis Mulai Bangun Museum di Dekat Tembok Buraq Masjidil Aqsha
Warga Palestina Gugat Pemasok Anjing Penyerang untuk Serdadu Zionis »