Warga Palestina Gugat Pemasok Anjing Penyerang untuk Serdadu Zionis

18 February 2018, 14:39.

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Seorang remaja Palestina menggugat perusahaan Belanda pemasok anjing-anjing penyerang untuk serdadu Zionis – yang membuatnya menderita luka parah tiga tahun lalu. Hamzeh Abu Hashem, dari desa Beit Omar di Tepi Barat, mengajukan gugatan hukum terhadap Four Winds K9 dan direkturnya di Belanda pada Desember; perusahaan tersebut setiap tahun memasok anjing-anjing terlatih kepada militer ‘Israel’ untuk menyerang warga sipil Palestina.

Abu Hashem sedang berdemo menentang penyitaan tanah Palestina untuk permukiman ilegal Yahudi Karmei Tzur pada akhir 2014, ketika serdadu Zionis tiba dan melepaskan anjing-anjing penyerang. Ia digigit beberapa kali di kaki, lengan dan bahunya sebelum anjing-anjing itu akhirnya melepaskannya dan ia ditangkap oleh gerombolan serdadu Zionis.

Insiden tersebut direkam oleh salah seorang serdadu Zionis dan dipublikasikan oleh kelompok HAM B’Tselem; video tersebut menunjukkan remaja Palestina itu menjerit kesakitan dan para serdadu Zionis terdengar berteriak memaki Abu Hashem.

“Gambar-gambar di kamera ini menunjukkan bahwa para serdadu ‘Israel’ awalnya berdiri sambil mengejek Hamzeh dan menyaksikan anjing-anjing itu menggigitnya, serta mendengarnya berteriak kesakitan,” ungkap pengacara Abu Hashem.

Menurut Liesbeth Zegveld dan Lisa Komp, pengacara dari firma hukum Prakken d’Oliveira yang mewakili Abu Hashem, Four Winds K9 dapat terkena gugatan hukum karena mereka seharusnya tahu bahwa anjing-anjing itu secara teratur digunakan untuk melawan warga sipil Palestina di wilayah-wilayah terjajah.

Gugatan hukum itu berisi permintaan ganti rugi untuk Abu Hashem dan mendesak pelarangan bagi perusahaan Belanda itu memasok anjing ke militer ‘Israel’.

Sementara Four Winds K9 melemparkan tanggung jawab pada militer ‘Israel’ karena merekalah yang menggunakan anjing-anjing tersebut. Namun, pengacara Abu Hashem menyatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki kewajiban hukum untuk memastikan anjing-anjing itu tidak berkontribusi untuk mempertahankan “situasi yang melanggar hukum kemanusiaan internasional dan hak-hak asasi manusia”.

Pada 2015, anggota parlemen meminta Menteri Perdagangan Belanda saat itu Lillian Ploumen untuk menghentikan ekspor anjing-anjing itu, setelah pemilik Four Winds K9 Tonny Boeijen sesumbar bahwa 90 persen dari anjing pemburu yang digunakan oleh militer ‘Israel’ dipasok oleh perusahaannya.

Sementara itu, pemerintah Belanda memandang tak ada dasar hukum untuk pelarangan, perusahaan tersebut hanya didesak untuk menghargai Prinsip Panduan Bisnis dan HAM PBB di zona-zona konflik. Perusahaan tersebut kemudian mengumumkan pada Juni 2016 tidak lagi memasok ‘Israel’ dengan “anjing-anjing yang menggigit”, tapi hanya anjing-anjing pelacak. Salah seorang pemilik perusahaan Linda Boeijen mengatakan, “Kami tidak berniat melanggar HAM.”

Menurut lembaga HAM Palestina Al-Haq, anjing-anjing militer “sengaja digunakan oleh serdadu penjajah ‘Israel’ untuk meneror dan menggigit warga sipil Palestina, terutama saat demonstrasi dan penggerebekan rumah pada malam hari.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pelanggaran Baru ‘Israel’ terhadap Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha
Tujuh Menit, Anjing Serdadu Zionis Serang Warga Palestina Ini »