Seorang Balita Suriah Tewas, 13 Lainnya Sesak Nafas dalam ‘Serangan Klorin’

26 February 2018, 13:49.
Bocah Suriah memegangi masker oksigen di wajah seorang bayi setelah terjadinya serangan gas di Ghouta Timur pada 22 Januari. Foto: AFP/Hasan Mohamed

Bocah Suriah memegangi masker oksigen di wajah seorang bayi setelah terjadinya serangan gas di Ghouta Timur pada 22 Januari. Foto: AFP/Hasan Mohamed

SURIAH, Senin (Middle East Eye): Seorang bocah tewas dan sedikitnya 13 lainnya menderita kesulitan bernafas setelah terjadinya serangan yang diduga serangan kimia di kantong mujahidin yang terblokade, Al-Shifuniyah, kemarin (25/2). Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di Inggris Raya melaporkan, 14 warga sipil menderita kesulitan bernafas setelah pesawat tempur pemerintah menyerang desa Al-Shifuniyah di kawasan Timur Ghouta.

Ini terjadi sehari setelah PBB menuntut gencatan senjata untuk mengakhiri salah satu serangan paling kejam selama tujuh tahun kekerasan di Suriah.

Seorang anak tewas dan seorang wanita dalam kondisi kritis, kata Rami Abdel Rahman, ketua Observatory, yang mengandalkan berbagai sumber di lapangan di Suriah untuk laporan-laporannya.

Yaqub, dokter yang merawat mereka yang terkena serangan, mengatakan pada AFP ia mencurigai “senjata kimia, mungkin serangan gas klorin”.

Ia mengatakan bocah tiga tahun tewas karena sesak nafas (asphyxiation).

“Kebanyakan dari pasien berbau klorin dari pakaian dan kulit mereka. Banyak yang sesak nafas, kulit dan mata iritasi,” katanya.

Rezim Suriah –yang berulang kali menolak menggunakan senjata kimia– diduga telah melakukan sejumlah serangan gas klorin dalam beberapa pekan terakhir, termasuk dua pada Januari di Ghouta Timur – benteng pertahanan mujahidin di pinggir ibukota yang digempur dengan serangan udara sejak pertengahan Februari.

Observatory melaporkan 21 kasus sesak nafas di Ghouta Timur pada 22 Januari. Penduduk dan sumber-sumber medis menyatakan mereka mencurigai serangan klorin.

Serangan serupa juga menargetkan pinggiran kota Douma pada 13 Januari.

Namun, pemerintah Suriah terus saja membantah memiliki senjata kimia.

Pasukan pemerintah telah terlibat dalam serangan kejam di Ghouta sejak 18 Februari, yang menewaskan lebih dari 500 orang.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Rezim Suriah Bunuhi Rakyat dan Seluruh Dunia Menonton’
Protes Penjajah Zionis, Gereja di Baitul Maqdis Tutup »