Pemukim Ilegal Yahudi, Serdadu Zionis Bersama-sama Teror Desa Palestina

8 September 2018, 23:43.
Serdadu-serdadu Zionis di antara para pemukim ilegal Yahudi dan warga Palestina. Foto: Operation Dove/Facebook

Serdadu-serdadu Zionis di antara para pemukim ilegal Yahudi dan warga Palestina. Foto: Operation Dove/Facebook

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Gerombolan serdadu Zionis bergabung dengan para pemukim ilegal Yahudi menyerang sebuah desa Palestina di Tepi Barat terjajah, ungkap lembaga hak asasi manusia, B’Tselem. Desa ‘Urif yang berlokasi di dekat Nablus, terletak di dekat permukiman ilegal Yahudi Yitzhar yang didirikan pada 1983.

Seluruh permukiman ‘Israel’ adalah ilegal berdasarkan hukum internasional, dan digambarkan oleh kelompok-kelompok HAM internasional sebagai bagian tak terpisahkan dari rezim yang diskriminatif.

Menurut B’Tselem, penduduk Palestina di ‘Urif “telah menderita selama bertahun-tahun akibat serangan berulang oleh para pemukim ilegal Yahudi”, dimana sebagian besar serangan berlangsung “di lahan pertanian dekat menara air desa tersebut, yang berada sekitar 500 meter dari rumah-rumah paling timur”.

Apa lagi dalam beberapa bulan terakhir, B’Tselem “telah mendokumentasikan tiga serangan oleh para pemukim ilegal Yahudi di daerah itu, beberapa di antaranya melibatkan partisipasi aktif para serdadu Zionis ‘Israel’”.

Pada bulan Maret, “para pemukim ilegal Yahudi menyerang warga desa”, sementara gerombolan serdadu Zionis “yang mengawal mereka menembak dan membunuh seorang warga, serta melukai seorang remaja berusia 14”. April, para pemukim ilegal Yahudi menebang 57 pohon di lahan ‘Urif dan merusak kendaraan-kendaraan.

Pada bulan Juni, “para pemukim ilegal Yahudi melukai seorang penggembala dan menyerang warga lainnya, sementara para serdadu Zionis ikut serta dalam serangan, melukai warga lainnya,” ungkap B’Tselem.

Sejak itu, lanjut B’Tselem, ada empat lagi insiden yang didokumentasikan terkait para pemukim ilegal Yahudi dan serdadu Zionis yang menyerang penduduk ‘Urif, membakar pohon-pohon buah dan merusak mobil-mobil.

Serangan-serangan berulang itu “bertujuan untuk merampas tanah Palestina dan mencaplok tanah secara de facto menjadi permukiman ilegal”, ungkap B’Tselem. Alhasil, warga Palestina “tidak hanya kehilangan tanah mereka, tapi juga mata pencaharian mereka.”

Selain itu, kelakuan serdadu Zionis, “memberikan layanan penjagaan bagi para penyerang dan secara aktif berpartisipasi dalam serangan” –bagian dari apa yang B’Tselem gambarkan sebagai “rutinitas kekerasan” – mengirimkan “sebuah pesan yang benar-benar mengabaikan hidup, keselamatan dan properti mereka”.

B’Tselem menambahkan bahwa kekerasan yang dialami oleh warga Palestina di ‘Urif, dan komunitas lainnya, “adalah bagian dari kebijakan terintegrasi ‘Israel’, melalui para serdadu Zionis dan pemukim ilegal Yahudi. Mereka terlibat dalam upaya berkelanjutan, dari waktu ke waktu, mengusir sebanyak mungkin warga Palestina, mendorong mereka meninggalkan tanah mereka ‘dengan sukarela’ sehingga bisa dirampas.”* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Persekusi Muslim Rohingya Masih Terus Berlangsung di Arakan
Hamas: ‘Rakyat Kami Hanya Diwakili oleh Mereka yang Lindungi Rakyat’ »