Stok Obat Kanker, Penyakit Kronis di Gaza Nyaris Habis

6 October 2018, 18:33.
Sebuah rumah sakit di Gaza. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

Sebuah rumah sakit di Gaza. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Qudra menyampaikan, sekitar 70 persen obat-obatan untuk penyakit kronis dan 75 persen obat untuk pengobatan kanker, serta penyakit darah tidak tersedia di Jalur Gaza yang terblokade. Al-Qudra mengatakan kepada Quds News Agency sebagaimana dikutip MEMO bahwa kondisi pelayanan kesehatan di Jalur Gaza memburuk dengan cepat dan pasien-pasien Palestina harus menanggung akibatnya.

“Susu untuk anak-anak yang sakit pun tidak ada,” ujar Al-Qudra. Ia menyeru organisasi-organisasi internasional dan HAM untuk “menolong para pasien Palestina dengan mengirimkan obat-obatan dan membantu mereka berobat ke luar Gaza”. Seruan itu pun dia tujukan kepada Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina di Tepi Barat, sekaligus mendesak dibukanya pelintasan perbatasan.

Menurut Al-Qudra, sistem pelayanan kesehatan di Jalur Gaza juga menderita akibat kekurangan bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikan generator listrik di 13 rumah sakit umum dan 54 pusat perawatan medis yang membutuhkan 450.000 liter disel per bulan.

Al-Qudra menegaskan, sebanyak 56 pasien meninggal dunia pada 2017 akibat minimnya obat-obatan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kata Abbas kepada Hamas: Serahkan Gaza atau ‘Tanggung Akibatnya’
3 Warga Syahid, 10 Wanita dan Puluhan Anak Palestina Tertembak di Perbatasan Gaza »