Bantuan Bahan Bakar dari Qatar Masuk ke Gaza

10 October 2018, 18:07.
Truk tangki tiba di pembangkit tenaga listrik di pusat Jalur Gaza, 29 Juli 2015. Foto: Ashraf Amra/ApaImages

Truk tangki tiba di pembangkit tenaga listrik di pusat Jalur Gaza, 29 Juli 2015. Foto: Ashraf Amra/ApaImages

LONDON, Rabu (Middle East Monitor): Truk-truk bermuatan bahan bakar yang didanai Qatar memasuki Jalur Gaza yang terblokade kemarin (9/10) sore melalui pelintasan perbatasan Karem Abu Salem. Bahan bakar bantuan Qatar itu untuk mengoperasikan satu-satunya pembangkit tenaga listrik di Gaza. Ini merupakan tahap pertama dari tiga pengiriman bahan bakar ke Gaza.

Sejumlah sumber mengungkapkan pada kantor berita Ma’an sebagaimana dikutip MEMO, sekitar enam truk yang diperkirakan membawa 450 liter bahan bakar memasuki Jalur Gaza kemarin.

Otoritas Palestina keberatan dengan langkah Qatar ini karena masuknya bahan bakar tersebut tidak berkoordinasi dengan mereka.

Gaza membutuhkan listrik setiap hari antara 450 hingga 500 Megawatt. Akan tetapi, kawasan tersebut selama bertahun-tahun menghadapi kekurangan listrik akibat terbatasnya akses bahan bakar dan rusaknya infrastruktrur.

Pada 2012, PBB memperingatkan bahwa Gaza akan menjadi daerah tidak layak huni pada 2020 jika kondisinya tidak berubah. Akan tetapi, di laporan lain yang dirilis pada Juli 2017, PBB menyatakan bahwa “kehidupan rata-rata warga Palestina di Gaza semakin hari semakin buruk,” dan itu berlaku bagi mayoritas penduduk Gaza. Dengan demikian, jangankan tahun 2020, kemungkinan wilayah tersebut sekarang sudah tidak layak huni.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Wanita Palestina Alami Penyiksaan di Penjara ‘Israel’
PBB: Myanmar Tak Mau Selidiki Pembantaian Muslim Rohingya »