Jumlah Warga yang Kehilangan Pekerjaan Meningkat Tajam Sejak ‘Israel’ Blokade Gaza

11 October 2018, 23:16.
Seorang wanita Palestina menyiapkan makanan untuk anaknya di rumahnya di daerah termiskin, al-Zaytoon, di Kota Gaza pada 17 September 2013. Foto: Ezz Zanoun/Apaimages

Seorang wanita Palestina menyiapkan makanan untuk anaknya di rumahnya di daerah termiskin, al-Zaytoon, di Kota Gaza pada 17 September 2013. Foto: Ezz Zanoun/Apaimages

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Federasi Umum Serikat Buruh Palestina melaporkan bahwa angka kehilangan pekerjaan di Jalur Gaza yang terblokade meningkat dua kali lipat sejak ‘Israel’ memberlakukan blokade atas tanah, laut dan udara kawasan itu 12 tahun lalu.

Dalam pernyataan tertulis, federasi mengungkapkan bahwa sebelum blokade angka kehilangan pekerjaan 27,2 persen, tapi kini mencapai 50 persen. Sekarang ini ada sekitar 283.000 buruh yang kehilangan pekerjaan di Gaza.

Angka kemiskinan mencapai 80 persen. Jalur Gaza mengalami penurunan tajam dalam standar hidup dan kinerja ekonominya.

Federasi menyerukan solusi segera atas tingginya angka kehilangan pekerjaan di kalangan pekerja Palestina di Gaza, yang hanya mungkin terwujud dengan mengakhiri blokade ‘Israel’, memulihkan ekonomi dan membuka perbatasan untuk memudahkan pergerakan orang serta barang-barang.

Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nikolay Mladenov, menyatakan pada Agustus bahwa Jalur Gaza “berada di ambang kehancuran total”. Ia juga menunjukkan bahwa separuh penduduk Gaza menderita karena tak memiliki pekerjaan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« PBB: Myanmar Tak Mau Selidiki Pembantaian Muslim Rohingya
Anak-anak Yatim Palestina-Suriah Telah Terima ‘Tanda Cinta’ Keluarga Indonesia »