Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Samah Mubarak

10 March 2019, 21:10.
Warga Palestina membawa peti mati gadis Palestina, Samah Mubarak, menuju pemakaman di Ramallah, Tepi Barat, pada 9 Maret 2019. Foto: Issam Rimawi/Anadolu Agency)

Warga Palestina membawa peti mati gadis Palestina, Samah Mubarak, menuju pemakaman di Ramallah, Tepi Barat, pada 9 Maret 2019. Foto: Issam Rimawi/Anadolu Agency)

RAMALLAH, Ahad (Anadolu Agency | Ma’an News Agency): Ribuan warga Palestina pada Sabtu (9/3) menghadiri prosesi pemakaman seorang gadis Palestina asal Ramallah, yang ditembak dan dibunuh oleh gerombolan serdadu Zionis pada akhir Januari.

Penjajah Zionis menahan jenazahnya selama 36 hari sebelum melepaskannya kepada otoritas Palestina pada Jumat (8/3).

Samah Mubarak (16), dibunuh oleh gerombolan serdadu Zionis yang menuduhnya berusaha menikam serdadu Zionis di pos pemeriksaan militer Al-Zaayim – di sebuah jalan yang mengarah ke pintu masuk permukiman ilegal Yahudi Maale Adumim, di timur Baitul Maqdis terjajah. Sama sekali tidak ada korban luka dari pihak ‘Israel’.

Samah terluka parah dan meninggal dunia beberapa menit kemudian akibat luka yang dideritanya. Saat itu Bulan Sabit Merah Palestina mengungkapkan, serdadu Zionis melarang staf medis mendekati gadis itu dan melarang mereka melakukan pertolongan pertama terhadapnya.

Para pelayat berjalan dari rumah sakit Ramallah ke pemakaman di kota Al-Bireh, sambil meneriakkan slogan-slogan perlawanan terhadap penjajah Zionis ‘Israel’.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga non-pemerintah Palestina, otoritas ‘Israel’ diperkirakan masih menahan jenazah 35 warga Palestina yang mereka bunuh.

Sejak 2015, puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, ditembak mati oleh gerombolan serdadu Zionis dari jarak dekat dengan berbagai tuduhan tak berdasar.* (Anadolu Agency | Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« ‘Kami Hanya Ingin Jadi Wanita, Jalani Hidup dan Dihargai’
Ribuan Orang Berunjuk Rasa Tuntut Pembebasan Anak-anak dan Wanita dari Penjara Suriah »