Warga Palestina Gugur, Terluka dalam Serangan Teror di Masjid, Selandia Baru

16 March 2019, 13:55.
Ambulans tiba di tempat kejadian serangan teror di Selandia Baru di mana seorang pria bersenjata menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019. Foto: Twitter

Ambulans tiba di tempat kejadian serangan teror di Selandia Baru di mana seorang teroris menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019. Foto: Twitter

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Seorang warga Palestina ada di antara 49 korban serangan teror paling mematikan di Selandia Baru, kemarin (15/3). Hal itu ditegaskan Duta Besar Otoritas Palestina untuk Australia dan Selandia Baru Izzat Abdel Hadi.

Jamaah masjid di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza berduka atas kematian mereka yang menjadi sasaran penembakan massal di dua masjid di kota Christchurch dan melaksanakan shalat ghaib.

Izzat Abdel Hadi kemarin mengumumkan bahwa berdasarkan informasi awal, setidaknya satu orang warga Palestina gugur dalam serangan itu, dan enam dari mereka yang terluka juga merupakan keturunan Palestina.

Mereka termasuk Shehada Sinawi, Wassim Abdul-Razaq dan putranya, serta Mohammed Eliyan dan putranya.

Hamas di Jalur Gaza juga mengecam keras serangan teroris itu, dan meminta pemerintah Selandia Baru untuk memastikan keadilan ditegakkan.

Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengonfirmasi bahwa salah seorang warga Yordania gugur dan lima terluka dalam serangan tersebut. Raja Abdullah II mengungkapkan di Twitter bahwa “pembantaian keji terhadap Muslimin yang sedang shalat dalam damai di Selandia Baru adalah kejahatan teroris yang mengerikan. Ini menyatukan kita melawan ekstremisme, kebencian, dan terorisme, yang tidak mengenal agama.”

Salah seorang teroris menargetkan masjid terbesar di kota itu, Al-Nour, saat shalat Jumat. Sekitar 200 orang diperkirakan berada di dalam masjid pada saat kejadian sehingga menyebabkan kematian sekitar 41 orang. Delapan lainnya meninggal dunia di lokasi kedua, dan satu orang korban meninggal di rumah sakit karena luka yang dideritanya.

Puluhan jamaah dengan luka tembak masih dirawat di fasilitas-fasilitas medis di sekitar Christchurch; para pasien terdiri dari anak-anak kecil hingga orang dewasa dan cedera mereka berkisar dari kritis hingga ringan. Sejumlah orang harus menjalani berbagai operasi dan beberapa telah dibawa ke fasilitas kesehatan lain di seluruh negeri.

Empat orang teroris, termasuk seorang wanita, telah ditangkap oleh otoritas Selandia Baru; teroris utama Brenton Tarrant menyiarkan serangan di Masjid Al-Nour secara langsung di media sosial, dan mengepos sebuah tautan ke manifesto 87 halaman yang diisi dengan ide-ide anti-imigran, anti-Muslim dan penjelasan mengenai serangan tersebut.

Masjid-masjid di seluruh dunia meningkatkan keamanan setelah serangan itu, khawatir bahwa insiden tersebut dapat menginspirasi ekstremis sayap kanan lainnya.

Serangan itu juga dikecam oleh para pemimpin dunia. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan itu adalah “contoh terbaru meningkatnya rasisme dan Islamofobia”.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Mohammed Eliyan dan putranya adalah korban dari serangan teror di Selandia Baru, yakni ketika seorang teroris kafir menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019.

Mohammed Eliyan dan putranya adalah korban dari serangan teror di Selandia Baru, yakni ketika seorang teroris kafir menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019.

Wassim Abdul-Razaq, yang berfoto bersama anak-anaknya ini, merupakan salah satu korban dari serangan teror di Selandia Baru, yakni ketika seorang teroris kafir menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019.

Wassim Abdul-Razaq, yang berfoto bersama anak-anaknya ini, merupakan salah satu korban dari serangan teror di Selandia Baru, yakni ketika seorang teroris kafir menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019.

Shehada Sinawi, salah seorang korban serangan teror di Selandia Baru, yakni ketika seorang teroris kafir menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019.

Shehada Sinawi, salah seorang korban serangan teror di Selandia Baru, yakni ketika seorang teroris kafir menembaki jamaah saat shalat Jumat pada 15 Maret 2019.

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kuwait Bangun ‘Rumah’ Terbesar untuk Anak Yatim Suriah di Perbatasan Turki
Serdadu Zionis Buat Klaim Palsu untuk Benarkan Pembunuhan terhadap Warga Palestina »