Kasus Genosida Etnis Rohingya, Rezim Myanmar Klaim Telah Serahkan Laporan pada Mahkamah Internasional

24 May 2020, 19:08.
Sumber: Anadolu Agency

Sumber: Anadolu Agency

MYANMAR (Anadolu Agency) – Myanmar mengonfirmasi bahwa pada Sabtu (23/5/2020), laporannya kepada Mahkamah Internasional (ICJ) telah dikumpulkan.

Laporan ini merupakan salah satu tugas wajib Myanmar setelah ICJ memberikan putusan atas gugatan yang diajukan Gambia terkait kasus genosida terhadap etnis Rohingya.

“Kami mengirimkannya kepada ICJ hari ini (Sabtu),” kata salah seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Myanmar kepada Anadolu Agency.

Pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menjelaskan bahwa laporan tersebut berisi mengenai 3 arahan langsung dari kantor kepresidenan pada bulan April sebagai respons atas perintah ICJ.

“Yang saya ketahui adalah laporan tersebut berisikan apa saja yang sudah dan sedang kami lakukan terkait 3 arahan tersebut,” kata pejabat itu.

Sebelumnya, ICJ memerintahkan rezim Myanmar tidak menghilangkan maupun menghancurkan bukti-bukti terjadinya genosida.

Mereka juga diperintah untuk mencegah pihak manapun melakukan kejahatan tersebut, sekaligus mencegah adanya ujaran kebencian terhadap warga Rohingya.

Warga Rohingya disebut oleh PBB sebagai etnis yang paling teraniaya di dunia.

Menurut Amnesti Internasional, lebih dari 750.000 warga Rohingya (sebagian besarnya merupakan perempuan dan anak-anak) menyelamatkan diri ke Bangladesh setelah serdadu Myanmar menyerang dengan membabi buta pada bulan Agustus 2017.

Kini di Bangladesh, diperkirakan ada 1,2 juta lebih pengungsi Rohingya yang lari dari penganiayaan di Myanmar.

Sejak tanggal 25 Agustus 2017, sebanyak hampir 24.000 nyawa melayang akibat pembantaian yang dilakukan serdadu Myanmar, berdasarkan laporan Ontario International Development Agency (OIDA).

Disebutkan dalam laporan berjudul “Forced Migration of Rohingya: The Untold Experience” itu, ada lebih dari 34.000 orang Rohingya yang dibakar hidup-hidup oleh militer Myanmar. Sementara 114.000 orang lainnya telah mengalami berbagai bentuk penyiksaan.

Tak kurang dari 18.000 wanita dan anak-anak perempuan Rohingya menjadi korban pemerkosaan serdadu Myanmar.

Sedangkan 115.000 rumah milik warga Rohingya telah dibumihanguskan dan 113.000 lainnya dirusak. (Anadolu Agency)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« HRW: ‘Kebijakan Thailand Penjarakan Muhajirin Rohingya Harus Dihentikan’
Mantan Tawanan Wanita Palestina Ungkap Kisah Pilu Momen Idul Fitri Dalam Masa Penyekapan »