Ketika Kebab Menjadi Sasaran Islamofobia di Eropa

10 October 2020, 08:15.
Seorang pria mengiris daging dari rotisserie doner spit di dalam sebuah restoran doner di Frankfurt, Jerman, Kamis, 30 November 2017. (AP)

Seorang pria mengiris daging dari rotisserie doner spit di dalam sebuah restoran doner di Frankfurt, Jerman, Kamis, 30 November 2017. (AP)

(TRT World) – Secara luas dikaitkan dengan kedai makanan yang dikelola Muslim, kebab telah menjadi “gangguan” tersendiri bagi sejumlah politisi di Eropa.

Varian hidangan, seperti doner asal Turki dan shawarma asal Arab, dijual di kota-kota Eropa.

Namun, preseden masa lalu, serta sentimen populer di seluruh Eropa, cenderung mengarah pada gagasan bahwa kebab lebih dari sekadar makanan enak, tapi sedikit berminyak.??

Jajak pendapat tahun 2019 menemukan bahwa kebab adalah makanan paling populer ketujuh di Inggris.

Orang Jerman memiliki hubungan cinta yang serupa dengan doner, dimana kebab Turki berada di peringkat tinggi dalam daftar pilihan makanan favorit negara itu.

Kanselir Jerman Angela Merkel bahkan pernah dipotret tengah mengiris daging di doner spit, pemanggang daging khas kebab.

Namun terlepas dari popularitasnya dengan pelanggan dari semua latar belakang, kehadiran toko kebab menjadi fenomena tersendiri.

Pasalnya, ada hubungan yang kuat antara makanan tersebut dan keberadaan komunitas imigran Muslim di Eropa. ??

Di Prancis, toko kebab telah menjadi simbol “Islamisasi yang merayap”.

Menurut vendor kebab Paris Damien Schmitz, kritik tajam terhadap kebab adalah cara untuk “berbicara buruk tentang Muslim, tanpa secara langsung bicara buruk tentang Muslim.”

Front Nasional sayap kanan negara itu bahkan telah menjadikan agenda memerangi “kebabisasi” sebagai janji kampanye utama.

Banyak kota di Prancis dan Italia juga telah berusaha melarang atau berhasil melarang penjualan kebab di pusat kota.

Toko kebab juga menjadi sasaran serangan rasial di seluruh Eropa. (TRT World)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Direstui “Pengadilan”, Penjajah Zionis Segera Hancurkan Bangunan Sekolah di Ramallah
Pelajar di Kota Taiz Mulai Jalani Tahun Ajaran Baru di Tengah Reruntuhan Bangunan »