Sudah Dua Pekan, Belum Ada Kepastian Kondisi Belasan Penambang Uyghur yang Terjebak di Reruntuhan Tambang Emas

7 January 2023, 17:54.
Tambang emas milik West Gold Yili Company di daerah Ghulja, wilayah Xinjiang, Cina barat laut, terlihat dalam foto satelit pada Agustus 2022. [Maxar Technologies]

Tambang emas milik West Gold Yili Company di daerah Ghulja, wilayah Xinjiang, Cina barat laut, terlihat dalam foto satelit pada Agustus 2022. [Maxar Technologies]

TURKISTAN TIMUR (RFA) – Masih belum ada kepastian akan nasib 18 penambang–diyakini sebagian besar warga Uyghur–yang terperangkap di tambang emas yang runtuh di Provinsi Xinjiang.

Rezim Cina menyiratkan bahwa misi penyelamatan telah gagal, setelah dua minggu dilaksanakan sejak insiden terjadi tanggal 24 Desember 2022.

Rezim Cina di Ghulja belum mengeluarkan pembaruan rilis apa pun mengenai upaya evakuasi para penambang yang terjebak, maupun sebab terjadinya keruntuhan tambang tersebut.

Sejauh ini, mereka hanya mengadakan satu konferensi pers tentang kecelakaan itu. Saat itu pihak berwenang tidak mengungkapkan penyebab runtuhnya tambang, siapa yang bertanggung jawab, maupun identitas mereka yang masih terperangkap di bawah tanah.

Dari 40 penambang yang bekerja di bawah tanah pada saat kecelakaan, 22 orang berhasil diselamatkan. Berdasarkan keterangan petugas berwenang setempat, didapatkan data bahwa sebagian besar dari 18 pekerja yang masih terjebak adalah warga Uyghur.

Kemungkinan Besar Sudah Meninggal 

Para penambang yang terjebak kemungkinan hanya bisa bertahan tiga sampai lima hari di bawah tanah, kata seorang ahli tambang Uyghur, yang meminta dirahasiakan namanya untuk keamanan.

“Jika tidak ada informasi selama 10 hari mengenai 18 penambang yang terperangkap, kemungkinan besar para penambang ini sudah tidak bernyawa lagi,” kata pakar tersebut kepada Radio Free Asia (RFA) awal pekan ini.

“Jika secara ajaib mereka tidak terluka akibat runtuhnya tambang, ventilasi udara juga tidak terhalang, dan tidak ada gas beracun yang keluar, maka mereka akan tetap meninggal karena kekurangan air dan makanan dalam seminggu,” jelasnya.

Petugas lain di Pusat Komando Darurat mengatakan, tidak diketahui berapa hari lagi operasi penyelamatan akan tetap berlanjut.

“Kami tidak bertanggung jawab atas informasi dan propaganda,” katanya.

“Bahkan jika pun kami tahu, kami tetap tidak dapat memberi tahu Anda. Ada bagian dari masalah ini yang diungkapkan kepada publik, dan ada bagian yang tidak harus diterangkan. Kami hanya bisa mengatakan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung.” (RFA)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ilustrator Jepang Terbitkan Manga Berdasarkan Kisah Nyata Muslimah Uyghur di Kamp Konsentrasi Xinjiang
Telah Bebas dari Kamp Konsentrasi di Xinjiang, Namun Wanita Kazakh Ini Merasa Tetap Dipenjara »