Kapal yang Mengangkut Ratusan Muhajirin Rohingya Kembali Mendarat di Pantai Aceh

9 January 2023, 11:14.

ACEH (VOA) – Sebuah perahu yang mengangkut lebih dari 180 Muhajirin Rohingya kembali mendarat di pantai Provinsi Aceh, Ahad (8/1/2023), kata seorang pejabat badan kebencanaan setempat, menyusul ratusan orang yang tiba akhir tahun lalu.

“Iya benar, sekarang mereka ada di laut Banda Aceh dan Aceh Besar, di Pantai Lamnga,” kata Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Tjut Adek, di Banda Aceh, Ahad.

Sebagian besar kelompok yang tiba sekira pukul 14:30 itu adalah perempuan dan anak-anak, terang Ridwan Jamil, kepala badan kebencanaan Aceh Besar, kepada Reuters.

Kabag Ops Polresta Banda Aceh Kompol Iswahyudi memerinci 184 pengungsi tersebut terdiri atas laki-laki dewasa 69 orang, perempuan dewasa 75 orang, serta 40 anak-anak (22 laki-laki dan 18 perempuan).

Sebelumnya, nelayan-nelayan di Aceh melihat tiga kapal yang mereka duga kuat membawa Muhajirin Rohingya di perairan dekat Pulau Rondo, kantor berita Antara melaporkan Sabtu (7/1/2023) malam. Tidak jelas apakah perahu yang mendarat adalah salah satunya.

Ratusan Muhajirin Rohingya telah sampai ke Aceh dalam beberapa bulan terakhir, termasuk sebuah perahu terdampar yang membawa 174 orang pada akhir Desember.

Badan kepengungsian PBB mengatakan bahwa 2022 bisa menjadi salah satu tahun paling mematikan di laut dalam hampir satu dekade bagi etnis Rohingya, yang telah lama dipersekusi di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha.

Selama bertahun-tahun, banyak Muslim Rohingya yang hijrah ke negara-negara tetangga, seperti Thailand dan Bangladesh, maupun ke Malaysia dan Indonesia yang mayoritas Muslim.

Beberapa aktivis yakin pencabutan pembatasan Covid di sekitar Asia Tenggara bisa menjadi faktor meningkatnya jumlah warga Rohingya yang berhijrah ke negara-negara tersebut akhir-akhir ini. (VOA)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Telah Bebas dari Kamp Konsentrasi di Xinjiang, Namun Wanita Kazakh Ini Merasa Tetap Dipenjara
Muhajirin Ungkap Fakta Rezim Cina Sengaja Tutup Permukiman Uyghur Saat Investigasi Genosida Berlangsung »