Apoteker Gaza Jadikan Rumahnya sebagai Laboratorium Obat Darurat

15 January 2026, 17:51.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Sebagai bukti nyata ketahanan ahlu Syam Gaza di bawah pengepungan dan agresi genosida penjajah zionis, seorang apoteker lokal telah mengubah rumahnya sendiri menjadi laboratorium obat darurat.

Saat sistem kesehatan Gaza berada di ambang kehancuran, Apoteker Khaled Odeh memproduksi obat-obatan yang sangat dibutuhkan untuk membantu menambal kesenjangan kritis yang disebabkan kekurangan dan terputusnya rantai pasokan medis resmi.

Khaled Odeh, yang telah menyelesaikan proses sertifikasi peracikan farmasi dengan serikat apoteker lokal, memulai inisiatif ini dari rumahnya di Kota Gaza.

Memanfaatkan keahlian profesionalnya, ia memproduksi obat-obatan penting yang telah menjadi langka atau sama sekali tidak tersedia di apotek di seluruh wilayah tersebut.

Odeh menjelaskan, meskipun bahan aktif farmasi pernah tersedia secara lokal sebelum agresi genosida, Gaza sangat bergantung pada pasokan impor karena biaya yang lebih rendah dan prosedur pembuatan yang lebih sederhana.

Setelah kembali ke Kota Gaza di fase gencatan senjata – dan menemukan sebagian laboratoriumnya masih utuh – ia bekerja sama dengan sesama dokter, apoteker, dan mahasiswa untuk memproduksi produk-produk penting; meskipun dengan sumber daya yang sangat terbatas.

Inisiatif ini muncul di tengah krisis kesehatan parah, yang kian diperparah oleh pengungsian paksa sekira 90% penduduk Gaza, yang berdesakan di tempat penampungan yang kekurangan sanitasi dan perlindungan kesehatan dasar.

Hal ini telah menyebabkan wabah penyakit kulit, infeksi luka, luka bakar, dan kondisi lain yang diperparah oleh air yang terkontaminasi dan kekurangan disinfektan.

Pihak berwenang di bidang kesehatan memperingatkan bahwa kekurangan bahan habis pakai laboratorium dan perlengkapan medis telah melumpuhkan layanan diagnostik dan pengobatan di seluruh wilayah Gaza.

Banyak tes, termasuk untuk kondisi kronis dan infeksi, kini tidak tersedia karena kekurangan bahan yang diperlukan. 

Terlepas dari keterbatasan ini, klinik keliling dan pos kesehatan darurat di seluruh wilayah Gaza telah meminta dukungan dari Odeh; yang menggarisbawahi jurang yang semakin lebar antara kebutuhan medis dan solusi yang tersedia. 

Kehancuran yang terus berlanjut akibat agresi genosida zionis – yang ditandai dengan kehancuran yang meluas, pengungsian, dan kelangkaan bantuan kemanusiaan – telah membuat sistem kesehatan Gaza berada di ambang kehancuran. 

Para pasien maupun petugas kesehatan harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar sekalipun. Semoga Allah Ta’ala terus kuatkan mereka. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dampak Kejahatan Penjajah Zionis, Belasan Ribu Pengidap Kanker di Gaza Kian Terancam
Influenza Menyerang Tubuh-Tubuh Lapar dan Menggigil Penduduk Gaza, Tak Semata Penyakit Musiman »