Penjajah Zionis Bunuh 483 Warga Palestina pada Masa Gencatan Senjata
21 January 2026, 22:41.

Foto: PIC
GAZA (PIC) – Kantor Media Pemerintah di Gaza (GMO) melaporkan bahwa serdadu penjajah ‘Israel’ telah melakukan pelanggaran serius dan sistematis terhadap perjanjian gencatan senjata di wilayah Gaza sejak diberlakukan pada tanggal 10 Oktober 2025.
GMO mencatat telah terjadi 1.300 pelanggaran hingga saat ini.
Dalam laporan yang dirilis pada hari Selasa (20/1/2026), GMO menjelaskan bahwa selama 100 hari pertama gencatan senjata, serdadu penjajah telah melakukan 430 penembakan.
Penjajah juga melakukan 66 penyerbuan ke lingkungan dan daerah permukiman, 604 serangan lainnya, serta 200 penghancuran rumah dan bangunan lainnya.
Menurut laporan tersebut, pelanggaran penjajah merenggut nyawa 483 warga Palestina, termasuk 252 anak-anak, perempuan, dan lansia (52 persen). Sebanyak 444 warga yang dibunuh (92 persen) merupakan warga sipil.
Dari jumlah tersebut, 465 dibunuh di lingkungan permukiman, jauh dari “garis kuning”, yang mencakup 96 persen dari total korban.
Jumlah korban terluka mencapai 1.287 orang, termasuk 752 anak-anak, perempuan, dan lansia (58 persen). Dari jumlah korban luka, 1.277 di antaranya merupakan warga sipil (99,2 persen).
Semua korban terluka akibat serangan tembakan penjajah zionis yang terjadi di luar “garis kuning” dan di dalam lingkungan permukiman.
GMO mencatat bahwa serdadu penjajah telah menculik 50 orang dari lokasi di dalam lingkungan permukiman dan di luar “garis kuning”.
Mengenai situasi kemanusiaan, GMO melaporkan bahwa penjajah hanya meloloskan masuknya 25.816 truk yang membawa pasokan kemanusiaan, barang komersial, dan bahan bakar dari 60.000 truk yang dijanjikan.
Dari jumlah tersebut, 15.163 adalah truk yang mengangkut bantuan. Kemudian 10.004 truk merupakan truk komersial, bersama dengan 649 truk bahan bakar; yang hanya berjumlah 2,5 persen dari 5.000 truk yang seharusnya masuk.
Artinya, rata-rata harian hanya 259 truk yang diloloskan masuk wilayah Gaza, bukan 600 truk seperti yang disepakati.
GMO menegaskan bahwa penjajah zionis melakukan pelanggaran gencatan senjata lebih lanjut dengan menolak mengizinkan masuk material yang dibutuhkan untuk pemeliharaan infrastruktur.
Juga alat berat yang penting bagi tim Pertahanan Sipil untuk membersihkan puing-puing dan menemukan jenazah, serta perlengkapan medis dan kesehatan yang vital. (PIC)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
