Kesaksian Eitan Mor Perkuat Bukti Penjajah Zionis Pelaku Pembunuhan Tawanan ‘Israel’ di Gaza 

31 January 2026, 08:18.

Tawanan ‘Israel’ Eitan Mor dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan, lalu disambut serdadu ‘Israel’ pada 13 Oktober 2025. [Juru Bicara Tentara Israel/dokumen resmi – Anadolu Agency]

PALESTINA (Middle East Monitor) – Seorang mantan tawanan ‘Israel’ mengungkapkan pengalaman mengerikan selama agresi genosida zionis di wilayah Gaza.

Ia terpaksa melarikan diri bersama seorang pejuang Hamas demi menyelamatkan diri dari serangan udara ‘Israel’ yang sangat gencar.

Kesaksian itu disampaikan Eitan Mor, serdadu ‘Israel’ yang ditawan sejak peristiwa 7 Oktober 2023, dalam wawancara dengan Radio Militer ‘Israel’, sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency.

Mor mengatakan ia berulang kali terpapar serangan udara ‘Israel’ selama penahanannya di Gaza, termasuk serangan yang hampir menimbunnya hidup-hidup.

Ia menggambarkan satu insiden ketika sebuah jet tempur F-16 ‘Israel’ membombardir bangunan di sebelah tempat ia berada; yang menyebabkan gedung-gedung runtuh dan suasana panik menyerupai gempa bumi.

Dalam kekacauan tersebut, Mor mengatakan seorang pejuang Hamas memberinya senjata dan memerintahkannya untuk berlari mengikuti dirinya.

Ketika ditanya apakah ia sempat berpikir untuk menembak pejuang itu, Mor menepis kemungkinan tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatannya sepenuhnya bergantung dengan tetap bersama orang yang menuntunnya keluar dari zona serangan.

Mor mengungkapkan bahwa pengeboman ‘Israel’ terus berlanjut, meski ia telah dipindahkan ke lokasi lain.

Ia menceritakan bagaimana mereka kembali harus berlari menyelamatkan diri saat bangunan di dekat mereka dihantam bom, dengan puing-puing berjatuhan di jalanan gelap. Dalam situasi itu, Mor menyadari bahwa militer ‘Israel’ tidak mengetahui keberadaannya. 

Setelah dibebaskan, Mor mengatakan seorang perwira intelijen ‘Israel’ mengonfirmasikan bahwa pihak militer memang tidak memiliki informasi tentang lokasinya.  

Kesaksian ini muncul di tengah pernyataan Hamas bahwa serangan udara ‘Israel’ telah membunuh sejumlah tawanan ‘Israel’ sendiri. 

Sementara itu, agresi di Gaza telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan Palestina. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Di Tengah Gencatan Senjata, Zionis Kembali Bunuh Warga Palestina di Gaza
Hamas: “Isu Perlucutan Senjata Hamas Upaya Alihkan Perhatian dari Kejahatan Perang Zionis!” »