Penjajah Zionis Bunuh 12 Warga Palestina pada Hari ke-112 Gencatan Senjata

31 January 2026, 19:56.

Foto: PIC

PALESTINA (PIC) – Sedikitnya 12 warga Palestina gugur dan sejumlah warga lainnya terluka pada Sabtu (31/1/2026) dini hari akibat serangan zionis ‘Israel’ di luar area “garis kuning” di wilayah Gaza.

Serangan ini terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata lainnya yang terus berlanjut selama 112 hari berturut-turut di berbagai wilayah di daerah pesisir yang dikepung tersebut.

Sumber medis melaporkan bahwa tujuh warga Palestina tewas dan lainnya terluka, termasuk anak-anak, akibat serangan udara penjajah terhadap sebuah tenda milik keluarga Abu Hadayed di daerah Asda, barat laut Khan Yunis di Gaza selatan.

Lima warga lainnya, termasuk dua anak dan satu wanita, tewas akibat serangan udara ‘Israel’ terhadap sebuah apartemen di dekat persimpangan al-Abbas di barat Kota Gaza.

Sementara itu, lima warga terluka akibat serangan penjajah lainnya terhadap sebuah apartemen dekat Stasiun Jabalia di lingkungan al-Daraj di Kota Gaza.

Lebih banyak warga sipil mengalami luka-luka ketika serdadu ‘Israel’ menargetkan sebuah apartemen di sekitar Jalan al-Jalaa di pusat Kota Gaza.

Serangan penjajah juga terjadi di daerah lain di Gaza, tanpa laporan korban jiwa.

70 Ribu Warga Palestina Padati Salat Jumat di Al-Aqsha

Puluhan ribu jemaah menunaikan salat Jumat di Masjidil Aqsha, meski serdadu ‘Israel’ memberlakukan pembatasan militer ketat di seluruh gerbang masjid dan pintu masuk Kota Tua Baitul Maqdis.

Departemen Wakaf Islam di Baitul Maqdis memperkirakan sekira 70.000 jemaah hadir di kompleks suci tersebut.

Jumlah besar itu tercatat, meskipun serdadu zionis menutup sejumlah jalan utama dan akses langsung menuju Masjidil Aqsha.

Di sekitar Al-Aqsha, serdadu penjajah memperketat pemeriksaan di gerbang masjid dengan memeriksa kartu identitas jemaah dan menolak masuk sejumlah besar warga Palestina. Langkah ini menyebabkan antrean panjang dan ketegangan sejak pagi hari. 

Pembatasan akses ke Masjidil Aqsha, khususnya pada hari Jumat, telah menjadi praktik rutin.  

Penjajah juga terus melarang ribuan warga Palestina dari Tepi Barat memasuki Baitul Maqdis tanpa “izin khusus”, yang hanya dapat diperoleh melalui pos-pos pemeriksaan militer di sekitar kota. 

Sejak dimulainya serangan zionis ke wilayah Gaza pada Oktober 2023, pembatasan akses ke Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha semakin diperketat.  

Tindakan ini dinilai memperdalam tekanan terhadap kehidupan keagamaan dan kebebasan beribadah warga Palestina. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Remaja Palestina Ditembak dalam Serangan Militer ‘Israel’ di Utara Al-Khalil
Kementerian Kesehatan dan MSF Tolak Serahkan Data Tenaga Medis ke Penjajah Zionis »