Kementerian Kesehatan dan MSF Tolak Serahkan Data Tenaga Medis ke Penjajah Zionis
31 January 2026, 19:57.

Foto: PIC
GAZA (PIC) – Kementerian Kesehatan Palestina dan Médecins Sans Frontières (MSF) menegaskan penolakan terhadap pembagian atau publikasi data tenaga kesehatan dan kemanusiaan kepada penjajah zionis.
Mereka memperingatkan bahwa langkah tersebut membahayakan keselamatan staf dan melanggar privasi individu di tengah meningkatnya pelanggaran serta pembatasan ‘Israel’ terhadap aktivitas kemanusiaan di wilayah Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina mengecam keras permintaan zionis terhadap data pekerja medis dan kemanusiaan di lembaga kesehatan internasional yang beroperasi di wilayah Gaza.
Langkah tersebut dinilai sewenang-wenang, melanggar keamanan data pribadi, dan menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan para pekerja.
Kementerian menegaskan praktik itu bertentangan dengan prinsip kerja kemanusiaan dan hukum humaniter internasional yang mewajibkan perlindungan tim medis, menjaga kerahasiaan data, serta mencegah paparan risiko keamanan maupun profesional.
Kementerian menegaskan komitmennya pada standar kesehatan dan etika medis, serta menolak tegas pembagian atau penyebaran data tenaga kesehatan kepada pihak mana pun.
Menurutnya, pengungkapan data semacam itu berpotensi membahayakan keselamatan individu dan melanggar privasi personal.
Di tengah kondisi kemanusiaan dan keamanan Gaza yang rawan, Kementerian Kesehatan menyerukan seluruh lembaga kesehatan internasional untuk menghormati kerahasiaan data staf.
Juga mematuhi norma kemanusiaan internasional, serta memastikan perlindungan penuh bagi tim medis dari segala praktik yang mengancam peran dan keselamatan mereka.
MSF Tolak Permintaan Zionis
MSF menyatakan tidak akan membagikan daftar nama karyawan Palestina maupun internasionalnya kepada penjajah zionis dalam kondisi saat ini.
Keputusan itu diambil setelah berbulan-bulan komunikasi yang gagal dan ketiadaan jaminan nyata atas keselamatan staf serta independensi operasional organisasi.
Kebijakan ini berakar dari keputusan zionis pada Maret–April 2025 yang mewajibkan organisasi kemanusiaan menyerahkan data pribadi karyawan sebagai syarat pendaftaran.
Sejak awal, MSF menilai langkah tersebut berisiko tinggi dan berpotensi disalahgunakan di tengah situasi keamanan yang memburuk.
Kekhawatiran MSF diperkuat oleh catatan kekerasan terhadap tenaga medis dan kemanusiaan.
Sejak Oktober 2023, sedikitnya 1.700 pekerja kesehatan dilaporkan tewas akibat serangan zionis, termasuk 15 staf MSF, yang menegaskan ancaman nyata atas keselamatan personel di lapangan.
Tekanan terhadap MSF meningkat pada 30 Desember 2025 ketika zionis mengumumkan berakhirnya pendaftaran organisasi tersebut, yang mengharuskan penghentian operasi dalam 60 hari.
Pada 23 Januari, MSF sempat menyatakan kesiapan membagikan daftar nama terbatas sebagai langkah luar biasa, dengan kriteria ketat dan persetujuan eksplisit dari individu terkait.
Namun, MSF menegaskan bahwa dalam perkembangannya, menjadi jelas tentang tidak adanya jaminan konkret yang bisa dicapai dengan penjajah ‘Israel’.
Tanpa perlindungan yang jelas, organisasi itu memutuskan untuk menghentikan sepenuhnya rencana pembagian data karyawan demi menjaga keselamatan staf dan prinsip kerja kemanusiaan. (PIC)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
