Penjajah Zionis Berencana Batasi Akses ke Masjidil Aqsha Selama Ramadan 

14 February 2026, 18:04.

Warga Palestina melaksanakan salat Tarawih di depan Qubbah as-Sakhrah di kompleks Masjidil Aqsha pada malam ke-27 bulan suci Ramadan, meskipun terdapat berbagai pembatasan yang diberlakukan ‘Israel’ di Baitul Maqdis, 26 Maret 2025. [Mostafa Alkharouf – Anadolu Agency]

BAITUL MAQDIS (Middle East Monitor) – Penjajah zionis ‘Israel’ berencana membatasi akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsha selama bulan suci Ramadan mendatang.

Rencana itu menuai kecaman dari ulama Palestina sekaligus mantan Mufti Besar Baitul Maqdis, Syaikh Ikrimah Sabri, dalam wawancaranya dengan Anadolu Agency.

Syaikh Sabri, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tertinggi Islam di Baitul Maqdis, menyatakan penyesalan mendalam atas rencana pembatasan akses ke Masjidil Aqsha.

Ia menilai niat jahat penjajah ‘Israel’ semakin terlihat sejak penunjukan Avshalom Peled sebagai komandan serdadu di wilayah timur Baitul Maqdis pada awal Januari 2026.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya memuluskan agenda gembong zionis Itamar Ben-Gvir terkait kompleks Al-Aqsha. Surat kabar Haaretz, bahkan menulis bahwa Ben-Gvir kemungkinan akan melakukan segala cara untuk menyulut api.

“Umat Islam menyambut Ramadan dengan optimisme, mengikuti tradisi Nabi Muhammad yang menyambut bulan suci di akhir Syaban,” ujar Sabri. “Namun, terkait Baitul Maqdis, kami menyesalkan langkah-langkah keras yang akan diberlakukan penjajah terhadap umat Islam yang hendak datang ke Al-Aqsha.”

Zionis melarang puluhan pemuda memasuki masjid dan mengumumkan tidak akan melonggarkan pembatasan bagi jemaah dari Tepi Barat selama Ramadan.

“Ini berarti pembatasan akan semakin ketat. Jumlah jemaah di Al-Aqsha akan lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mengganggu pelaksanaan ibadah puasa,” tegasnya.

Setiap Ramadan, ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat biasanya menuju Baitul Maqdis untuk beribadah di Masjidil Aqsha.

Namun, sejak agresi genosida meletus pada 7 Oktober 2023, zionis memperketat penjagaan di pos-pos pemeriksaan militer dan membatasi akses warga Tepi Barat ke Baitul Maqdis.

Dalam dua tahun terakhir, hanya segelintir warga yang memperoleh “izin” dari serdadu zionis; yang disebut warga Palestina sangat sulit didapatkan. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi terkait pengaturan khusus Ramadan tahun ini.

Dalam beberapa hari terakhir, penjajah zionis juga mengeluarkan perintah sementara terhadap ratusan warga Palestina Baitul Maqdis Timur—kebanyakan pemuda—yang melarang mereka memasuki Al-Aqsha selama Ramadan. Sebagian larangan bahkan berlaku hingga enam bulan.

Langkah-langkah ini muncul di tengah kritik pejabat Palestina terhadap pemerintah sayap kanan ‘Israel’ yang dipimpin gembong zionis Benjamin Netanyahu atas dugaan perubahan terhadap “status quo” yang telah lama berlaku di kompleks suci tersebut.

Sejak 2003, serdadu penjajah ‘Israel’ secara sepihak meloloskan kelompok ekstremis ‘Israel’ memasuki kompleks masjid, meskipun Departemen Wakaf Islam berulang kali menuntut penghentian tindakan tersebut.

“Tidak diragukan lagi, pemerintah sayap kanan berupaya menerapkan rencana agresifnya terkait Al-Aqsha,” kata Syaikh Sabri.

“Selama bertahun-tahun, mereka menuntut akses publik, ritual terbuka, penggunaan terompet ritual, dan sujud di area tersebut. Ambisi yang dulu tersembunyi kini menjadi terbuka.”

Ia juga memperingatkan bahwa penjajah zionis berupaya menguasai atau memberlakukan kedaulatan atas situs tersebut dan mengurangi kewenangan Wakaf Islam. 

Pembatasan, lanjutnya, tidak hanya menyasar Al-Aqsha. Tindakan penghancuran rumah warga Palestina di Baitul Maqdis Timur—terutama di lingkungan sekitar masjid—juga terus berlanjut.  

Syaikh Ikrimah Sabri menyebut kejahatan penghancuran itu sebagai tindakan rasis, tidak adil, melanggar hukum, dan tidak manusiawi. Ia membandingkannya dengan kejahatan kolonial Inggris di Palestina pada masa lalu. 

Syaikh Ikrimah Sabri menyerukan bangsa-bangsa Arab dan Islam untuk membantu warga Palestina di Baitul Maqdis, serta mendesak para pemimpin Arab dan Muslim memikul tanggung jawab mereka terhadap Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Skandal Epstein: Pemerasan, Kekuasaan, dan Bayang-Bayang Geopolitik
Pertahanan Sipil Gaza: 8 Ribu Jenazah Masih Tertimbun Puing, 3 Ribu Warga Hilang »