Keluarga Gaza Memakamkan Jenazah dan Potongan Tubuh Korban yang Tak Teridentifikasi

15 February 2026, 11:06.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Keluarga-keluarga di Gaza memakamkan jenazah korban yang tak teridentifikasi pada Jumat (13/2/2026).  

Jenazah dan sisa-sisa tubuh tersebut diserahkan oleh penjajah melalui Komite Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross/ICRC).

Menurut laporan setempat, pemakaman dilakukan di area pemakaman khusus korban tak dikenal di selatan Deir al-Balah, Gaza Tengah.

Pemakaman berlangsung di tengah duka dan kemarahan publik, seiring mencuatnya kekhawatiran terkait kondisi dan cara pengembalian sisa-sisa jenazah tersebut.

Sumber-sumber media menyebutkan, yang diterima keluarga bukanlah jasad utuh, melainkan potongan-potongan tubuh manusia yang tercerai-berai, dimasukkan ke dalam kantong dan kotak tertutup rapat.

Kondisi ini membuat identifikasi korban—bahkan penentuan jumlah pastinya—nyaris mustahil. Kondisi itu juga mencerminkan kebrutalan genosida sekaligus pelanggaran terhadap martabat jenazah warga Palestina.

Kepala Komite Pemulihan Jenazah Korban, Ziad Obeid, menyebut temuan terbaru itu sangat mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia menjelaskan, terdapat 68 kantong berisi sisa-sisa tubuh tidak lengkap—seperti tengkorak, tulang, dan anggota badan—yang hampir menutup peluang identifikasi.

Ketiadaan jasad utuh, kata Ziad, merampas hak dasar keluarga untuk mengetahui nasib orang-orang tercinta mereka.

Kondisi jenazah juga memicu persoalan hukum dan etika serius. Sejumlah sisa tubuh diketahui dibungkus sesuai tata cara pemakaman Islam, memunculkan dugaan bahwa jenazah tersebut digali dari makam yang sudah ada sebelumnya.

Sumber lokal menduga sisa-sisa itu berasal dari kuburan yang sempat dibongkar dan diratakan oleh serdadu zionis di Gaza.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, menyebut peristiwa ini sebagai kejahatan moral dan kemanusiaan yang melanggar seluruh norma internasional.

Ia mempertanyakan dasar hukum pengembalian jenazah dalam kondisi rusak parah, serta memperingatkan bahwa pengaburan identitas korban secara sengaja akan mempersulit dokumentasi forensik dan menghambat akuntabilitas atas dugaan pelanggaran.

Kementerian Kesehatan juga menegaskan keterbatasan kemampuan forensik canggih—terutama uji DNA—telah menggagalkan upaya identifikasi.

Para korban, tegasnya, bukan sekadar angka statistik, melainkan individu dengan keluarga yang menunggu kepastian atau pengembalian jenazah secara bermartabat.

Upaya identifikasi dilaporkan telah dilakukan selama beberapa hari tanpa hasil, akibat kondisi sisa-sisa tubuh yang sangat rusak dan ketiadaan ciri pengenal. Dalam situasi tersebut, pemakaman kolektif menjadi satu-satunya pilihan yang memungkinkan.

Insiden ini menambah panjang daftar tudingan dari organisasi HAM di Gaza yang menyatakan serdadu zionis menahan, memperlakukan secara tidak layak, atau menguburkan jenazah warga Palestina di lokasi-lokasi tak diketahui.  

Seruan untuk penyelidikan internasional independen pun menguat guna mengklarifikasi kematian para korban, memastikan akuntabilitas, dan menjunjung tinggi martabat manusia—bahkan setelah kematian. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pertahanan Sipil Gaza: 8 Ribu Jenazah Masih Tertimbun Puing, 3 Ribu Warga Hilang
Kelompok HAM Peringatkan Perekrutan Anak di Gaza Timur oleh Penjajah Zionis ‘Israel’ »