Bocah Piatu Gaza Akhirnya Jumpa Ayahnya untuk Pertama Kali… Di Penjara Zionis

20 May 2012, 08:29.

JAKARTA, Ahad (Sahabatalaqsha.com): Seorang gadis berusia sepuluh tahun, Jumanah Abu Jazar akhirnya bisa bertemu dengan ayahnya yang ditahan penjajah Zionis pada tahun 2003 untuk pertama kalinya. Sesuai kesepakatan yang dicapai antara para tahanan dengan penjajah Zionis ‘Israel’ untuk mengakhiri aksi mogok makan, para keluarga dari Gaza kini dapat mengunjungi sanak saudaranya yang ditahan di penjara-penjara Zionis.

Sejak kesepakatan itu ditandatangani awal pekan kemarin, Jumanah mulai melihat kembali foto lama ayahnya, Alaa Abu Jazar untuk mengingatkannya tentang rupa sang ayah. “Saya hanya mengenali ayah lewat foto-fotonya. Saat saya menerima raport dari sekolah, saya menangis karena tidak ada seorang pun yang dapat saya ajak berbagi. Ayah saya di penjara, ibu saya meninggal, begitu juga dengan kakek dan paman saya. Saya bahkan tidak punya baju baru saat liburan,” ujarnya sebagaimana dikutip laman Maan News.

Ibunda Jumanah meninggal saat ia masih berusia empat tahun. Ia lalu diasuh oleh pamannya. Namun setahun kemudian pamannya tewas dibunuh penjajah Zionis. Kini ia tinggal bersama neneknya di Rafah.

Alaa Abu Jazar yang belajar ilmu akuntansi di Universitas Islam Gaza ditangkap penjajah Zionis setelah ia kembali dari Mesir sehabis mengantar ayahnya berobat. Sejak dia ditahan, para keluarga hanya berkomunikasi dua kali dengan Alaa. Yang pertama saat saudara lelaki Alaa, Ayman, yang adalah paman Jumanah, dibunuh Zionis. Yang ke dua kali adalah ketika ayahnya meninggal.

Hari Senin (14/ 5/ 2012) kemarin, para tahanan menandatangani kesepakatan dengan penjajah ‘Israel’ untuk mengakhiri aksi mogok makan besar-besaran. Salah satu point dalam kesepakatan itu adalah dihapusnya larangan kunjungan keluarga bagi para tahanan dari Jalur Gaza. (MR/Sahabat alAqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Detik-detik Terakhir Syahid Termuda di Mavi Marmara
Seorang Tahanan Palestina Putuskan Tetap Lanjutkan Aksi Mogok Makan »