Turki Tolak Tawaran Zionis 6 Juta Dolar untuk Nyawa Korban Tragedi Mavi Marmara
27 May 2012, 21:10.

Kapal Mavi Marmara, kapal terbesar dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla to Gaza, yang diserang tentara angkatan bajak laut Zionis, Mei 2010. foto: IHH
JAKARTA, Ahad (Sahabatalaqsha.com): Situs Occupied Palestine melaporkan, media-media berbahasa Ibrani menyiarkan penolakan pemerintah Turki atas tawaran Israel berupa kompensasi resmi bagi korban-korban penyerangan atas Freedom Flotilla (Armada Kebebasan) dua tahun yang lalu. Tawaran itu diajukan lewat sebuah negara Eropa.
Koran harian Haaretz memastikan, bahwa Zionis Israel telah menawarkan 6 juta dolar kepada para keluarga korban serangan angkatan bajak laut Zionis Israel atas armada kemanusiaan yang waktu itu membawa bantuan ke Gaza. Tawaran itu merupakan usaha Zionis untuk menghentikan tuntutan-tuntutan hukum terhadap militer Israel yang semakin gencar menjelang peringatan 2 tahun tragedi itu.
Koran Haaretz yang terbit dalam dua edisi –Ibrani dan Inggris– mengutip penjelasan kementerian luar negeri Turki, “Israel menolak untuk menyatakan permintaan maaf secara terbuka dan Turki tak siap menerima kalimat penyesalan yang tidak disertai pertanggungjawaban, yang di dalamnya mengharuskan permintaan maaf.”
Ankara baru-baru ini telah mengajukan sebuah tuntutan hukum yang berusaha menjerat empat bekas petinggi militer Zionis untuk hukuman seumur hidup. Diantara yang menjadi sasaran adalah Panglima Angkatan Bersenjata Zionis saat penyerangan atas Freedom Flotilla dilakukan, Gabi Ashkenazi, dan tiga orang perwira senior lainnya. Serangan yang dilakukan tanggal 31 Mei 2010 itu menewaskan sembilan orang relawan kemanusiaan dan melukai lebih dari 50 orang lainnya.
Diantara yang terluka adalah dua relawan dari Indonesia, Surya Fachrizal (relawan/wartawan majalah Suara Hidayatullah) dan Okvianto Emil Baharuddin (relawan KISPA).* (Sahabatalaqsha.com)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
