Setiap Hari Warga Palestina Dipermalukan di Gerbang Baitul Maqdis

26 February 2016, 16:35.
Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

BAITUL MAQDIS, Jum’at (Ma’an News Agency): Warga Palestina menguraikan penghinaan yang mereka alami setiap hari saat petugas Zionis menggeledah mereka di Gerbang Damaskus, Kota Tua Baitul Maqdis. “Serdadu Zionis memaksa saya melepaskan sepatu dan nyaris membuka celana dan kaos saya. Itu prosedur yang harus saya alami setiap hari,” kata Muhannad (17). “Mereka mengancam akan menangkap dan memukuli kami jika tidak mematuhi mereka.”

Pemuda Palestina lainnya, Ahmad Rajab (22) mengatakan, “Saya melewati wilayah Gerbang Damaskus terkadang tiga kali sehari, dan setiap kali itu pula mereka memeriksa dan menyuruh saya melepaskan pakaian, serta memaksa saya berdiri menghadap tembok untuk memeriksa identitas saya.” Menurut dia, penggeledahan itu menunjukkan betapa “ngaconya” penjajah Zionis. Kota Tua Baitul Maqdis merupakan salah satu focal point utama terjadinya kekerasan sejak gelombang intifadhah melanda wilayah Palestina terjajah pada Oktober tahun lalu. Dan Gerbang Damaskus acapkali menjadi tempat terjadinya konfrontasi mematikan.

Pada Jum’at pekan lalu, seorang warga Palestina ditembak mati di luar gerbang setelah ia menikam dan melukai dua petugas perbatasan Zionis. Ahad sebelumnya, dua warga Palestina bersenjata api ditembak mati di sana saat mereka berupaya menyerang petugas perbatasan Zionis. Pasukan Zionis memberlakukan pengamanan ketat di gerbang tersebut, yang merupakan jalan utama bagi warga Palestina dari sebelah timur Baitul Maqdis terjajah untuk memasuki Kota Tua.

Saja Kalouti (22) mengatakan, ia melewati gerbang itu baru-baru ini ketika pasukan Zionis menangkap seorang gadis yang dituduh membawa sebilah pisau. “Saat itu, tiga serdadu Zionis menyerang dan memaksa saya melemparkan tas dan ponsel saya ke tanah. Mereka menanyai saya beberapa pertanyaan: Kepada siapa kau berbicara di telepon? Ke mana kau akan pergi? Di mana tempat kerjamu, dan apa yang kau miliki di dalam tas?”

Aksi serdadu Zionis pekan lalu di tempat tersebut menarik perhatian publik internasional. Yakni, ketika petugas Zionis menangkap kepala biro Baitul Maqdis Washington Post dan koresponden Tepi Barat saat mereka sedang melakukan wawancara di sekitar tempat itu.

Petugas perbatasan Zionis mengatakan mereka diberitahu bahwa para wartawan itu “menghasut” warga Palestina untuk melakukan kekerasan. Asosiasi Pers Asing kemudian mengutuk “taktik kejam” ‘Israel’ dan kepala asosiasi di Baitul Maqdis, Luke Baker, kemudian menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa petugas perbatasan Zionis “bertindak agresif, melecehkan, dan mereka sangat cepat menggunakan taktik kejam.”

Terkait gelombang Intifadhah Al-Quds sejak Oktober lalu, kelompok HAM Zionis, B’Tselem mengecam respon Zionis yang menurut mereka “sangat bertentangan dengan apa yang seharusnya dilakukan.” Menurut B’Tselem, langkah-langkah yang dilakukan penjajah Zionis justru akan melanggengkan alih-alih mengakhiri kekerasan.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

Foto: MaanImages

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hari Ini, 22 Tahun Lalu, Seorang Yahudi Tembak Mati Jamaah Shalat Subuh di Masjid Ibrahimi
Tak Jelas Salah Apa, Anak dan Ibu Jadi Tahanan Rumah »