Tak Jelas Salah Apa, Anak dan Ibu Jadi Tahanan Rumah
26 February 2016, 16:37.

Lihatlah betapa beraninya anak-anak Palestina ini menghadapi serdadu Zionis. Foto: Dokumentasi Middle East Monitor
BAITUL MAQDIS, Jum’at (Ma’an News Agency): Pejabat Palestina Rabu (24/2) lalu mengunjungi seorang wanita di Timur Baitul Maqdis terjajah, yang dikenai hukuman tahanan rumah oleh penjajah Zionis bersama putranya yang berusia 16 tahun menjelang persidangan bulan depan. Komite untuk Urusan Tawanan Palestina mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa Kepala Komite Issa Qaraqe bersama Gubernur Ramallah Laila Ghannam, mengunjungi ibu dari Melad Mousa Najeeb (16).
Dalam pernyataan tersebut diungkapkan bahwa penjajah Zionis menghukum seorang wanita dengan tahanan rumah bersama anaknya menjelang persidangan anak tersebut pada 7 Maret. Belum jelas pula tuntutan apa yang dihadapi si anak. Qaraqe mengecam hukuman penahanan rumah wanita tersebut karena merupakan bentuk “hukuman kolektif”. Lebih lanjut Qaraqe mengungkapkan, menghukum sang ibu sama dengan “mengubah orangtua menjadi sipir penjara”. Akibat hukuman tersebut, ibunda Najeeb tidak bisa bekerja atau mendapat perawatan medis.
Menurut Qaraqe, penjajah Zionis telah menjatuhkan tahanan rumah terhadap sekitar 300 anak-anak Palestina selama tiga tahun terakhir, termasuk 60 anak pada tahun 2015. Ghannam mengatakan, “Penjajah Zionis melakukan kejahatan terburuk terhadap anak-anak Palestina termasuk membunuh, menahan, dan merampas hak-hak dan masa kanak-kanak mereka.” Kedua pejabat tersebut mendesak masyarakat internasional untuk melindungi anak-anak Palestina dan mengutuk pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan penjajah Zionis terhadap anak-anak.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
