Polisi Bangladesh Tangkap Saudara Tiri Pemimpin Kelompok Bersenjata ARSA

17 January 2022, 19:22.

BANGLADESH (Aljazeera) – Polisi Bangladesh telah menangkap saudara laki-laki dari pemimpin kelompok bersenjata Rohingya, yang disalahkan atas pembunuhan serta perdagangan narkoba di kamp pengungsian Rohingya.

Pria tersebut bernama Mohammad Shah Ali. Dia adalah saudara tiri Ataullah Abu Ammar Jununi, pemimpin kelompok bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Komandan Naimul Haque mengatakan bahwa Ali telah mengakui hubungannya dengan ARSA dan Ataullah secara teratur berkomunikasi dengannya.

Naimul Haque juga menerangkan bahwa polisi telah menyelamatkan satu orang yang diculik oleh Ali, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Bangladesh menjadi tempat mengungsi bagi sekira satu juta etnis Muslim minoritas Rohingya, setelah persekusi dan diskriminasi sistemik yang dilakukan Myanmar selama puluhan tahun.

Sementara di kamp pengungsian, Muhajirin Rohingya terjebak di tengah kekerasan oleh kelompok bersenjata Rohingya dan tindakan represif polisi Bangladesh.

Mohammad Salim, seorang Muhajirin Rohingya yang tinggal di kamp Nouakar Mat, menyambut baik penangkapan Ali.

“Semua orang di sini ketakutan olehnya. Dia dulu sering menindas kami,” ujarnya.

Penangkapan ini adalah penangkapan paling besar anggota ARSA; sejak kelompok itu dituduh membunuh pemimpin komunitas Rohingya yang terkenal, Mohibullah, pada bulan September.

Mohibullah adalah tokoh Rohingya yang dikenal luas di dunia. Setelah usaha kerasnya memperjuangkan keadilan untuk bangsanya, ia sampai diundang ke Gedung Putih dan berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

ARSA Jadi Dalih Myanmar Lakukan Genosida

Sepak terjang ARSA menjadi salah satu dalih pembenaran Myanmar dalam melakukan pembantaian massal etnis Rohingya di tahun 2017, akibat serangan yang dilakukan ARSA kepada kepolisian Myanmar.

Organisasi itu juga membunuh tujuh Muhajirin Rohingya di sebuah pengajian Islam; tak lama setelah gugurnya Mohibullah, untuk membungkam para Muhajirin Rohingya.

Sebagian Muhajirin Rohingya meyakini bahwa ARSA merupakan kepanjangan tangan militer bengis Myanmar atas kejadian-kejadian yang menimpa mereka selama ini.

Aparat Bangladesh sendiri telah meluncurkan operasi besar di kamp, lalu menangkap ratusan orang di kamp pengungsian yang dicurigai terlibat dengan ARSA.

Tom Andrews, utusan khusus PBB untuk Myanmar, mengunjungi kamp pengungsian bulan lalu dan secara tegas menyalahkan ARSA atas banyaknya kejahatan yang dilakukan di sana.

Amnesty International mendesak penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan Mohibullah, juga mendesak pihak berwenang Bangladesh serta badan kepengungsian PBB bekerja sama untuk memastikan perlindungan orang-orang yang tinggal di kamp-kamp. (Aljazeera)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sidang Lanjutan Kasus Genosida terhadap Warga Rohingya Akan Digelar 21 Februari
BERITA FOTO – Kamp di India Terbakar, Muhajirin Rohingya Hadapi Musim Dingin yang Berat »